Jumat, 10 September 2010

PEMBELAJARAN TEMATIK

ditulis oleh Sri Maryuni

Ujung tombak kemajuan sebuah negara terletak pada bidang pendidikan.Pendidikan merupakan penyangga utama dari berdirinya sebuah negara.Negara akan maju manakala pendidikan digarap dan dikedepankan.Termasuk juga insan-insan pendidikan haruslah peka terhadap gejala yang muncul.Sumber daya manusia yang cerdas dan sehatlah yang bisa melakukan perubahan demi kemajuan.Karena itu pendidikan memegang peranan penting.Negara yang maju adalah negara yang memiliki sumber daya manusia yang cerdas-cerdas.Sumber daya manusia yang cerdas dapat dimiliki apabila sistem pendidikannya mampu mencetak peserta didik yang cerdas.Sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi yang cerdas adalah sistem pendidikan yang mengedepankan kualitas .Kualitas pendidikan dapat ditingkatkan apabila sarana dan prasarana tercukupi serta pembelajaran lebih mengutamakan proses dan inovatif seiring dengan perkembangan zaman.Proses pembelajaran yang inovatif akan mendorong siswa untuk menemukan sendiri konsep yang ingin disampaikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) dan meningkatkan minat belajar siswa.Minat belajar siswa dapat dibangun melalui proses pembelajaran yang membuat siswa senang .Siswa akan lebih senang lagi apabila keinginan mereka terpenui dan pembelajaran sesuai benar dengan tingkat perkembangan mereka.Bukankah saat ini kelas awal memang masih dalam usia suka bermain.Siswa akan semakin senang belajar apabila proses penanaman konsep berlangsung tanpa paksaan apalagi kekerasan serta siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri dan diberi kesempatan menyampaikan gagasannya serta mengembangkan bakat dan minatnya seperti yang tercantum dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9) dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b).Berdasarkan landasan yuridis tersebut jelas bahwa kita diwajibkan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kecerdasannya sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga minat belajar anak dapat ditingkatkan.

Sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia 6-8 tahun menurut Piaget bahwa anak seusia tersebut masih senang bermain,sehingga pembelajaran yang mampu membuat anak senang adalah pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan tingkat perkembangan dan minat siswa.Terutama untuk peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini.Tidak heran jika anak usia kelas awal akan lebih suka bermaian ketimbang mengerjakan tugas dari guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.

Saat ini, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III untuk setiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, misalnya IPA 2 jam pelajaran, IPS 2 jam pelajaran, dan Bahasa Indonesia 2 jam pelajaran per hari. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik.

Tingginya angka tinggal kelas , pelaksanaan pembelajaran yang terpisah juga rendahnya minat siswa untuk belajar baik dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah.Pembelajaran yang kurang memperhatikan minat siswa .Penanaman konsep yang cenderung dipaksakan masih sering terjadi .Hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang menuntut anak hanya diam mendengarkan dengan tangan disilang di meja,tidak boleh bicara kalau bicara dimarahi gurunya .Kondisi seperti ini semakin membuat anak cepat bosan dan menurunnya minat belajar serta anak cenderung malas sekolah dan malas belajar. Hal lain yang terjadi yaitu banyaknya siswa yang tidak masuk sekolah pada kelas-kelas awal,Selain itu pembelajaran yg dipetak- petak per mapel membuat penanaman konsep di otak anak juga terpetak-petak sehingga sulit terbangun stuktur konsep yang bermakna konsep-konsep dasar yang masuk tidak dapat membentuk jaringan informasi atau scemata yang kuat .Hal ini dapat dilihat rendahnya tingkat pemahaman anak.Sebagian besar anak tahu karena hafal tetapi kurang faham.
Cara mendesain Pembelajaran Tematik
1.Lakukan bedah kurikulum untuk melakukan pemetakan SK/KD ke dalam tema yang telah
ditentukan.
2.Hitunglah banyaknya KD yang masuk dalam tema yang telah ditentukan kemudian
jumlahkan.
3.Untuk menentukan alokasi waktu pada setiap tema,hitunglah banyaknya mingu
efektif pada setiap semester kemudian banyaknya minggu efektif dibagi banyaknya
tema, untuk tema yang jumlah KDnya lebih banyak maka waktu yang dibutuhkan juga
lebih banyak,alokasi waktu setiap tema tidak sama.
4.Kemudian masukkan tema dan banyaknya minggu efektif di setiap tema ke dalam Program
tahunan.
5.Setelah program tahunan dibuat,buatlah program semester

Untuk membuat program semester caranya :
a.Lihat kembali pemetakan SK/KD ke dalam tema
b.Perhatikan KD yang masuk kedalam tema tersebut untuk semua mata pelajaran
c.Masukkan semua KD yang telah dipetakkan dalam satu tema( Jangan lupa untuk semua t
ema dimasukkan ) tertentu ke format Program Semester.
d.Setelah semua tema di tata di program semester,dilanjutkan dengan penyususnan
silabus
e.Berdasarkan program semester yang sydah ada,buatlah jaring-jaring tema ) bisa
dibuat perminggu )
f.Selesai membuat jaring-jaring tema barulah dibuat silabus
Untuk mempermudah pelaksanaan dan penyusunan silabus dibuat per hari.
g. Selesai menyususn silabus barulah menyususn RPP

Krtiteria yang menjadi pertimbangan ketika memetakkan SK/ KD ke tema yg ditentukan
1.Perhatikan tingkat kesulitan KD tersebut,semakin sulit KD tersebut maka lebih
banyakwaktu yang dibutuhkan untuk mengulang sehingga anak benar-benar memiliki
kompetensi.maka KD tsb dapat dimasukkan ke beberapa tema,untuk KD yang tingkat
kesulitannya rendah cukup dimasukkan ke satu tema atau dua tema.
2.Perhatikan tingkat urgensi ( pentingnya ) seperti misalnya membaca permaulaan,
menghitung dasar harus diulang-ulang dibeberapa tema sampai anak benar-benar mampu
membaca permulaan dan trampil menghitung dasar ( menjumlah dan mengurangi ) jadi KD
tersebut bisa dimasukkan ke beberapa tema.
sebenarnya saya sudah menyiapkan seperangkat contoh cara mendesain pembelajaran
tematik tapi akan saya lanjutkan lain kali,bila membaca menghendaki dan saya juga
mempunyai 10 macam cara pembelajaran tematik dengan permainan,lengkap dengan bukti
penelitihan implementasi pembelajaran tematik dengan permainan tersebut ,bila
pembaca menginginkan akan saya tampilkan atau silahkan menghubungi saya di e-mail
saya ( srimaryuni @gmail.com )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar